Mengenal Teknologi Reverse Osmosis, Fasilitas Air Bersih yang Baru Diresmikan Bupati Halsel
Narasitimur – Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat Desa Kawasi, Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, Harita Nickel membangun fasilitas pengolahan air bersih berbasis teknologi Reverse Osmosis (RO) yang diresmikan Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, Rabu (28/10/2026).
Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat, terutama di wilayah yang menghadapi tantangan dalam penyediaan air dengan kualitas yang memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Lantas, apa itu teknologi Reverse Osmosis dan bagaimana cara kerjanya hingga mampu menghasilkan air bersih?
Reverse Osmosis merupakan teknologi pemurnian air yang menggunakan membran semipermeabel untuk memisahkan molekul air dari berbagai zat terlarut dan kontaminan. Proses ini dilakukan dengan memberikan tekanan pada air baku agar melewati membran, sementara sebagian besar garam terlarut, mineral, logam, dan zat pengotor lainnya tertahan.
Teknologi RO banyak digunakan untuk mengolah air dengan kandungan zat terlarut tinggi, termasuk air payau dan air laut. Berbeda dengan penyaringan konvensional yang umumnya memisahkan partikel seperti pasir, lumpur, dan sedimen, membran RO mampu memisahkan berbagai zat yang terlarut dalam air.
Di Desa Kawasi, fasilitas RO yang dibangun melalui kolaborasi Harita Nickel dan Pemerintah Desa Kawasi ini melengkapi Water Treatment Plant (WTP) yang sebelumnya telah beroperasi dan menyalurkan air kepada masyarakat.
Saat peresmian, Bupati Bassam Kasuba meninjau langsung instalasi pengolahan air yang dilengkapi sistem filtrasi otomatis, teknologi RO, ultraviolet (UV), dan ozon. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan air baku sekitar 40 meter kubik per hari.
Masing-masing teknologi memiliki fungsi berbeda dalam proses pengolahan. Sistem filtrasi menyaring partikel dan kotoran sebelum air memasuki tahap pemurnian. Selanjutnya, membran RO memisahkan air dari berbagai zat terlarut, sedangkan teknologi UV dan ozon digunakan untuk membantu mengendalikan mikroorganisme.
Bupati Bassam Kasuba mengapresiasi pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kapasitas untuk mendukung penyediaannya.
“Air bersih adalah aspek penting dalam kehidupan dasar masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi atas hadirnya teknologi pengolahan air bersih, termasuk pengelolaan air bakunya. Semoga teknologi ini dapat diterapkan di wilayah lain di Halmahera Selatan,” kata Bassam.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan infrastruktur dan aktivitas ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan layanan dasar yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Karena itu, pemenuhan kebutuhan air bersih perlu menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan wilayah, terutama di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air berkualitas.
Memperkuat Layanan Air Bersih bagi Masyarakat
Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menjelaskan bahwa teknologi RO dan membran dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas air baku. Penerapan teknologi tersebut di Kawasi menjadi salah satu alternatif untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat.
“Sistem pengolahan air di PDAM Halmahera Selatan juga menggunakan teknologi RO dan membran. Penerapan teknologi tersebut di Kawasi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat di sekitar kawasan industri,” ujar Soleman.
Meski demikian, keberadaan fasilitas pengolahan air perlu diikuti dengan pengoperasian, pemeliharaan, serta pengawasan kualitas air secara berkala. Langkah tersebut penting untuk memastikan kapasitas pengolahan yang tersedia dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Dengan pengelolaan yang konsisten, fasilitas RO diharapkan dapat memperkuat sistem penyediaan air bersih yang telah berjalan di Desa Kawasi, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan rumah tangga dan peningkatan kualitas layanan dasar masyarakat.
Harapan serupa disampaikan warga Desa Kawasi, Ahmad Sabar. Menurutnya, penyediaan fasilitas pengolahan air harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan masyarakat memperoleh akses air bersih yang layak.
“Yang paling penting bagi masyarakat tentu bagaimana menikmati air bersih dan tetap tersedia serta kualitasnya terjaga. Pembangunan fasilitas Reverse Osmosis ini menjadi langkah untuk mendukung kebutuhan warga sekarang dan ke depannya,” ujar Ahmad.
Ia berharap manfaat fasilitas tersebut dapat terus dirasakan masyarakat melalui pemeliharaan infrastruktur dan keterlibatan warga dalam menjaga sumber air.
Pada akhirnya, keberadaan teknologi pengolahan air seperti RO bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat akses terhadap layanan dasar.
Keberlanjutan manfaatnya akan sangat bergantung pada pengelolaan yang baik agar kebutuhan air bersih masyarakat Kawasi dapat terpenuhi secara konsisten. (*)






