Pascagempa Batang Dua, Ujian Sekolah Dipindah ke Posko Pengungsian
Narasitimur – Dampak gempa yang mengguncang Pulau Batang Dua memaksa pelaksanaan ujian kelulusan siswa SMAN 11 Ternate dipindahkan ke tenda pengungsian.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi ruang ujian darurat agar proses pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi bencana. Ujian yang seharusnya berlangsung di ruang kelas, kini digelar di tenda posko pengungsian pada Rabu (15/4/2026).
Meski dalam keterbatasan, para siswa tetap mengikuti ujian dengan tertib. Suasana darurat tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyelesaikan tahapan akhir pendidikan.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengatakan keputusan memindahkan lokasi ujian dilakukan demi keselamatan siswa pascagempa di Batang Dua.
“Pelaksanaan ujian tidak dilakukan di ruang kelas untuk menjamin keselamatan dan keamanan para siswa,” ujarnya.
Selain faktor keamanan, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi psikologis siswa agar tetap dapat mengikuti ujian dengan lebih tenang.
Sebagai solusi, tenda pengungsian difungsikan sebagai ruang belajar sementara, termasuk untuk pelaksanaan ujian akhir.
Salah satu siswa mengaku tetap berusaha fokus meski berada di tengah situasi darurat.
“Walaupun di tenda, kami tetap berusaha tenang saat ujian,” katanya.
Pemerintah provinsi bersama lintas sektor terus berkoordinasi dalam penanganan dampak gempa di Batang Dua, sembari memastikan aktivitas pendidikan tetap berjalan hingga kondisi kembali normal. (*)






