NarasiTimur
Beranda Publik Dugaan Pemukulan Jurnalis saat Musda Golkar, Arifin Djafar: Jangan Dibesarkan

Dugaan Pemukulan Jurnalis saat Musda Golkar, Arifin Djafar: Jangan Dibesarkan

Arifin Jafar saat konferensi pers bersama dengan awak media (Afan for Narasitimur)

Narasitimur – Pernyataan Ketua Panitia Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Maluku Utara, Arifin Djafar, menjadi sorotan usai insiden dugaan kekerasan terhadap jurnalis saat peliputan kegiatan tersebut.

Arifin meminta agar kasus dugaan pemukulan yang melibatkan ajudan Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, tidak perlu dibesar-besarkan.

“Babadiam kabawa, jangan kasih besar,” ujar Arifin singkat.

Pernyataan itu disampaikan menyusul insiden yang dialami jurnalis media online Haliyora.id, Afan, yang mengaku mendapat tindakan kekerasan saat sesi wawancara dengan Menteri ESDM berlangsung.

Menurut pengakuan korban, kejadian bermula saat situasi wawancara berlangsung ramai. Seorang ajudan diduga menarik baju jurnalis untuk menjauhkan dari posisi menteri, namun kemudian berlanjut hingga pukulan yang mengenai bagian rusuk.

Meski insiden tersebut mendapat perhatian, pihak panitia penyelenggara memilih untuk tidak memperpanjang persoalan di ruang publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, baik dari penyelenggara Musda maupun pihak Menteri ESDM, terkait kronologi lengkap maupun klarifikasi atas dugaan tindakan tersebut.

Namun demikian, secara pribadi Arifin Djafar disebut telah menyampaikan permintaan maaf kepada awak media usai konferensi pers.

Insiden ini menambah daftar kasus kekerasan terhadap jurnalis saat menjalankan tugas peliputan, yang kembali memunculkan kekhawatiran terhadap perlindungan kerja-kerja pers di lapangan. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan