NarasiTimur
Beranda Ekonomi 95 Persen UMKM Malut Masih Mikro, BI Dorong Naik Kelas

95 Persen UMKM Malut Masih Mikro, BI Dorong Naik Kelas

Kegiatan Media Briefing oleh BI Maluku Utara (Narasitimur)

NarasitimurBank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Maluku Utara menyoroti struktur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah yang masih didominasi oleh usaha mikro.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan media briefing bertajuk “Pengembangan UMKM Berkelanjutan untuk Maluku Utara Maju dan Inklusif” yang digelar, Kamis (23/4/2026).

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, mengungkapkan jumlah UMKM di Maluku Utara mencapai 194.996 unit, dengan sekitar 95 persen di antaranya merupakan usaha mikro.

“Dominasi usaha mikro ini menunjukkan potensi besar, namun juga menjadi tantangan dalam mendorong UMKM untuk naik kelas,” ujar Handi.

Ia menjelaskan, sebaran UMKM terbesar berada di Kota Ternate sebanyak 69.742 unit dan Kabupaten Halmahera Selatan 48.219 unit.

Selain itu, sektor UMKM juga berperan penting dalam perekonomian daerah dengan menyerap 584.988 tenaga kerja.

Meski demikian, dari sisi pembiayaan masih terdapat tantangan. Hingga Maret 2026, pertumbuhan kredit perbankan di Maluku Utara tercatat sebesar 2,62 persen (yoy), sementara kredit UMKM mengalami kontraksi sebesar 0,33 persen (yoy).

BI juga mencatat sejumlah kendala lain, seperti data UMKM yang belum terintegrasi, keterbatasan akses pembiayaan, serta rendahnya kapasitas sumber daya manusia.

Untuk itu, BI mendorong penguatan UMKM melalui tiga pilar utama, yakni korporatisasi untuk meningkatkan skala usaha, peningkatan kapasitas melalui digitalisasi, serta perluasan akses pembiayaan.

Sebagai upaya konkret, BI menghadirkan program SERUMBI (Serangkaian Kurasi UMKM & Wirausaha Unggulan Bank Indonesia) yang difokuskan untuk mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saing.

Program tersebut mencakup tahapan seleksi, kurasi produk, pelatihan (bootcamp), pendampingan, hingga fasilitasi pameran.

“Melalui program ini, UMKM diharapkan dapat berkembang dan memiliki daya saing, baik di pasar nasional maupun internasional,” pungkas Handi.

BI menilai, transformasi dari usaha mikro menjadi usaha yang lebih berkembang menjadi kunci dalam memperkuat struktur ekonomi Maluku Utara ke depan. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan