Earth Hour di Ternate, Pemkot Gandeng Harita Kampanyekan Hemat Energi
Narasitimur – Pemerintah Kota Ternate berkolaborasi dengan Harita Group menggelar program Earth Hour atau Jam Bumi sebagai bagian dari kampanye penghematan energi dan pengurangan penggunaan plastik.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan program tersebut merupakan hasil rapat bersama pihak Harita yang menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
“Program ini mendapat dukungan dari teman-teman Harita dan kita berkolaborasi sebagai bentuk komitmen untuk penghematan energi. Tidak hanya listrik, tetapi juga kampanye mengurangi penggunaan kantong plastik,” ujar Rizal usai rapat, Selasa (15/4/2026).
Ia menjelaskan, berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang hanya berfokus pada pemadaman lampu, tahun ini Earth Hour akan disertai pengukuran efisiensi energi secara konkret.
“Kalau tahun lalu kita hanya bicara mematikan lampu, kali ini nanti ada nilai atau angka yang menunjukkan berapa efisiensi yang dihasilkan dari program ini,” jelasnya.
Program ini akan melibatkan pelaku usaha serta masyarakat umum. Namun, karena masih tahap awal, partisipasi warga bersifat imbauan.
“Ini berlaku untuk pelaku usaha dan juga rumah warga. Memang ini baru, jadi kita dorong sebagai kebiasaan baik ke depan untuk saving energi, terutama listrik,” katanya.
Kegiatan Earth Hour dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026, dengan pusat kegiatan di Benteng Oranje. Selama satu jam pelaksanaan, akan digelar pertunjukan seni dan musik tradisional.
“Di Benteng Oranje akan ada pentas seni selama satu jam sebagai bagian dari kemasan kegiatan,” tambahnya.
Rizal juga menegaskan, pemadaman tidak hanya dilakukan di lokasi kegiatan, tetapi mencakup seluruh Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Ternate.
“PJU di semua jalan akan kita matikan. Ini bagian dari kampanye hemat energi,” tegasnya.
Meski demikian, fasilitas vital seperti layanan kesehatan tidak termasuk dalam kebijakan pemadaman.
“Kalau kesehatan tidak masuk. Ini hanya untuk rumah warga dan fasilitas umum tertentu. Ini murni kampanye, jadi kalau ada warga yang belum siap tidak apa-apa,” pungkasnya. (*)






