Omset Menurun, Penjual Daun Pandan Blokade Akses Jalan Pasar Higienis Ternate
Narasitimur – Sejumlah pedagang Pasar Gamalama yang didominasi ibu-ibu penjual daun pondak, bersama mahasiswa dari berbagai aliansi di Kota Ternate, melakukan aksi pemalangan jalan di Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Jumat (24/4/2026).
Aksi dilakukan dengan menghamburkan pondak jualan ke badan jalan utama, serta menutup akses menggunakan kayu dan peti sayuran. Akibatnya, arus lalu lintas di depan Pasar Higienis tidak dapat dilalui kendaraan sejak pukul 16.26 WIT hingga 17.34 WIT.
Perwakilan pedagang, Rusni Rongayang, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap kebijakan relokasi pedagang ke Kelurahan Makassar Timur. Ia menyebut pemindahan itu berdampak langsung pada penurunan pendapatan.
“Pendapatan torang menurun karena dipindahkan. Dari pagi tadi jualan tidak ada yang laku, makanya torang hambur pondak di jalan,” ujarnya.
Koordinator aksi mahasiswa, Arafit S. Amat, menyatakan aksi dilakukan sebagai bentuk respons atas kebijakan Pemerintah Kota Ternate yang dinilai meresahkan pedagang. Menurutnya, terdapat ketidakjelasan dalam penataan, karena sebagian pedagang dipindahkan ke dalam pasar, sementara lainnya justru ditempatkan di luar area pasar.
“Kebijakan ini menimbulkan keresahan. Ada pedagang dimasukkan ke pasar, ada juga yang dikeluarkan. Ini yang kami pertanyakan. Dari hasil advokasi dan investigasi, ada kecenderungan pendapatan pedagang menurun,” kata Arafit.
Sementara itu, Rusni berharap pemerintah daerah dapat mengembalikan para pedagang, khususnya penjual daun pondak, ke lokasi semula di kawasan Pasar Gamalama.
Menurutnya, meski pedagang mendukung upaya penertiban pasar, relokasi ke luar area pasar justru menyulitkan mereka, terlebih tetap dibebankan retribusi.
“Kami ikut program pemerintah untuk penertiban, tapi torang maunya dipindahkan ke dalam pasar, bukan di luar. Karena sekarang dipindahkan ke Makassar Timur, jauh dari pembeli,” tandasnya.
Aksi tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian yang berada di lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif. (*)






