BI: 194 Ribu UMKM di Maluku Utara Serap Hampir 585 Ribu Tenaga Kerja
Narasitimur – Sebanyak 194.996 unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Maluku Utara menjadi sumber penghidupan bagi hampir 585 ribu tenaga kerja. Besarnya kontribusi sektor ini mendorong Bank Indonesia (BI) memperkuat upaya pengembangan usaha lokal agar semakin berdaya saing.
Data BI Provinsi Maluku Utara mencatat, sekitar 95 persen UMKM di daerah ini merupakan usaha mikro. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran usaha rakyat dalam menopang perekonomian sekaligus membuka lapangan kerja.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, pada Selasa (3/11/2026), mengatakan UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, sektor ini mampu menyerap hingga 584.988 tenaga kerja di Maluku Utara.
Meski berkontribusi besar, UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, akses pembiayaan, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, BI memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, perbankan, dan asosiasi melalui tiga strategi utama, yakni korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan.
BI berharap langkah tersebut dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha, meningkatkan daya saing, serta memperluas jangkauan pasar hingga nasional dan global. (*)






