NarasiTimur
Beranda Publik HKTI Tidore Bidik Pasar dan Harga Panen, Muhammad Sinen: Petani Harus Sejahtera

HKTI Tidore Bidik Pasar dan Harga Panen, Muhammad Sinen: Petani Harus Sejahtera

Ketua DPC HKTI Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen (terasmu)

Narasitimur – Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menegaskan sektor pertanian harus menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi daerah, sekaligus menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Pernyataan itu disampaikan Muhammad Sinen usai dilantik sebagai Ketua DPC HKTI Kota Tidore Kepulauan dalam Musyawarah HKTI Maluku Utara, sekaligus pelantikan pengurus DPC HKTI kabupaten/kota di Bela Hotel, Ternate, Senin (21/9/2026).

Muhammad Sinen menegaskan, HKTI tidak boleh hanya aktif dalam agenda seremonial. Organisasi tersebut harus turun langsung mendampingi petani dan ikut mendorong, penyelesaian persoalan yang selama ini membelit sektor pertanian.

“Sektor pertanian dan perikanan merupakan pilar ekonomi utama yang akan terus eksis. Berbeda dengan tambang yang bersifat sementara, pertanian dan perikanan adalah masa depan Tidore karena Tidore tidak memiliki potensi tambang,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan pertanian bukan hanya soal meningkatkan produksi. Petani juga harus memiliki kepastian pasar dan harga ketika hasil panen melimpah.

Karena itu, HKTI bersama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mendorong pembangunan sistem penyerapan hasil pertanian, agar petani tidak kembali menjadi pihak yang paling dirugikan saat harga komoditas turun.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni pembangunan gudang penampungan hasil pertanian. Saat ini, dua unit gudang telah dibangun di Pulau Tidore dan diharapkan dapat menjadi bagian, dari sistem penyerapan hasil panen petani.

Selain gudang, pemerintah daerah juga menyiapkan skema penjemputan hasil panen. Komoditas seperti sayur dan tomat nantinya dapat dijemput langsung dari lokasi petani untuk kemudian diserap melalui sistem yang telah disiapkan.

Dari sisi harga, pemerintah juga akan mendorong intervensi untuk memberikan kepastian pendapatan bagi petani. Penentuan harga jual akan dilakukan secara proporsional dengan mengacu pada rentang harga pasar, yakni sekitar 70 persen dari selisih harga terendah dan tertinggi.

Skema tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap fluktuasi harga pasar, sekaligus memberikan kepastian ketika produksi meningkat.

Di sisi lain, HKTI akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan, terutama terkait ketersediaan pupuk dan pendampingan bagi petani.

Muhammad Sinen menyebutkan, Kota Tidore Kepulauan memiliki potensi pertanian yang besar. Ribuan hektare lahan strategis tersebar di wilayah Oba, Oba Tengah hingga Oba Selatan.

Potensi tersebut, kata dia, harus dikelola secara serius agar pertanian tidak berhenti sebagai aktivitas produksi masyarakat, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

“Pemerintah harus hadir untuk memberikan semangat, edukasi, dan kontrol. Jika pemerintah hadir, petani pasti akan hidup dan sejahtera,” pungkasnya.

Muhammad Sinen juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau panjang. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta mewaspadai berbagai sumber pemicu kebakaran, termasuk puntung rokok. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan