NarasiTimur
Beranda Publik Air Laut Masuk Permukiman, Warga Rua Ternate Minta Breakwater Permanen

Air Laut Masuk Permukiman, Warga Rua Ternate Minta Breakwater Permanen

Kondisi rumah warga yang terdampak abrasi di pesisir Kelurahan Rua (Foto: Ardian/NT)

Narasitimur — Warga RT 08 Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate mengeluhkan abrasi dan naiknya air laut yang semakin merambat hingga ke permukiman warga.

Ketua RT 08 Kelurahan Rua, Irwan, mengatakan kondisi tersebut sudah sering terjadi, terutama saat memasuki akhir tahun.

“Air naik ini sudah sering terjadi. Apalagi menjelang akhir tahun, kalau Desember tiba torang sudah mulai waspada karena air sering masuk sampai ke dalam rumah warga,” kata Irwan saat diwawancarai, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, lokasi permukiman yang langsung menghadap laut lepas membuat ombak besar lebih mudah menghantam kawasan pesisir.

Irwan juga menyoroti penahan ombak yang sebelumnya dibangun pemerintah, namun dinilai tidak mampu bertahan lama.

“Penahan ombak yang pemerintah buat itu paling satu tahun sudah roboh akibat hantaman ombak yang deras,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Ternate dapat membangun breakwater atau penahan ombak permanen guna melindungi rumah warga dari ancaman abrasi.

Keluhan serupa juga disampaikan Ade, salah satu warga Rua. Ia mengaku bantuan karung pasir yang sebelumnya diberikan hanya menjadi solusi sementara.

“Beberapa bulan lalu dari balai kasih karung isi pasir untuk penahan ombak sementara, tapi tetap tidak bertahan lama. Lebih baik ditimbun pakai batu besar supaya lebih aman,” kata Ade.

Ade menyebut pihak balai juga pernah turun meninjau lokasi abrasi dan sempat mengangkut batu untuk penanganan sementara. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Mereka bilang masih kekurangan alat, jadi masih menunggu. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut sama sekali,” ungkapnya.

Warga kini mengaku khawatir setiap kali musim ombak tiba karena takut air laut masuk ke rumah saat mereka sedang tidur.

“Torang tara bisa tidur kalau ombak besar, takut tiba-tiba air sudah masuk dalam rumah,” tutup Ade. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan